Sabtu, November 7, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Dinas Pendidikan

Pernah Jadi Korban Perundungan, Peserta Didik SKB Dibekali Cara Menghadapinya

Redaksi by Redaksi
7 November 2026
in Dinas Pendidikan, Disdik Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Memulai kembali pendidikan tidak selalu mudah bagi warga yang pernah meninggalkan bangku sekolah. Selain harus menyesuaikan diri dengan proses belajar, sebagian peserta didik pendidikan kesetaraan juga membawa pengalaman kurang menyenangkan dari lingkungan sekolah sebelumnya, termasuk menjadi korban perundungan.

Pengalaman tersebut menjadi perhatian UPT SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Tarakan. Melalui kegiatan pengenalan lingkungan belajar, peserta didik baru diberikan pemahaman mengenai pencegahan bullying agar mereka dapat mengenali tindakan perundungan dan mengetahui cara menyikapinya.

Kepala UPT SPNF SKB Kota Tarakan, Patmaria Krisnova Levryn, mengatakan latar belakang peserta didik yang masuk ke pendidikan kesetaraan tidak sama. Ada yang berhenti sekolah karena berbagai persoalan, termasuk pengalaman perundungan yang membuat mereka tidak nyaman melanjutkan pendidikan.

“Kita tahu dengan posisi anak-anak di sini, anak-anak putus sekolah dengan berbagai permasalahan. Karena itu kami memberikan materi-materi seperti ini. Tujuannya untuk membekali mereka agar persoalan yang sama tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Menurut Patmaria, pembekalan tersebut bukan sekadar mengenalkan jenis-jenis perundungan. Peserta didik juga perlu memahami tindakan yang dapat dikategorikan sebagai bullying, dampaknya terhadap korban, serta langkah yang bisa ditempuh apabila mengalaminya.

Dia menilai pengalaman sebagai korban tidak boleh membuat peserta didik kembali terjebak dalam persoalan serupa. Sebaliknya, pengalaman itu diharapkan membangun kesadaran untuk saling menghargai dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

“Kenapa kami mengangkat materi bullying? Karena anak-anak yang masuk di sini pun sebagian besar adalah korban bullying. Jadi, mereka juga perlu tahu ketika pernah merasakan menjadi korban, di sini mereka harus bagaimana, pencegahannya seperti apa, dan apa yang harus mereka lakukan supaya hal seperti itu tidak terjadi lagi,” katanya.

Materi tersebut disampaikan melalui kerja sama dengan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan. Peserta didik diajak memahami bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, hingga upaya pencegahan di lingkungan pendidikan.

Patmaria menegaskan, peserta didik perlu mengetahui bahwa perundungan bukan persoalan yang harus diterima atau dibiarkan. Mereka harus memahami cara mencari bantuan dan mengambil langkah ketika menghadapi situasi tersebut.

“Supaya mereka tahu juga ketika mereka pernah merasakan, di sini mereka harus bagaimana. Pencegahannya seperti apa, apa yang harus mereka lakukan. Itu yang ingin kami sampaikan kepada mereka,” tuturnya.

Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya SKB membangun lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik dengan latar belakang beragam. Sebab, keberanian untuk kembali belajar perlu diikuti dengan rasa nyaman dan penerimaan di lingkungan pendidikan yang baru.

Selain pencegahan bullying, rangkaian pengenalan lingkungan belajar selama empat hari juga diisi materi pembentukan karakter, edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan HIV/AIDS, serta pengenalan sistem pembelajaran pendidikan kesetaraan.

Patmaria berharap bekal tersebut membantu peserta didik lebih percaya diri menjalani pendidikan. Mereka juga diharapkan dapat membangun hubungan yang sehat dengan teman sebaya sehingga pengalaman buruk di masa lalu tidak terulang di lingkungan SKB.

“Harapan kami mereka bisa kembali semangat belajar, merasa diterima di lingkungan yang baru, dan memiliki bekal untuk menghadapi persoalan yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

 

Previous Post

Demi Pastikan Anak Terlayani, PAUD SKB Tarakan Tak Paksakan Target 45 Murid

Next Post

Tarakan Dinilai Rawan Peredaran Narkoba, SKB Bekali Peserta Didik Edukasi

Redaksi

Redaksi

Next Post

Tarakan Dinilai Rawan Peredaran Narkoba, SKB Bekali Peserta Didik Edukasi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

4 November 2026

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

4 November 2026

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

4 November 2026

IGA 2026, Pemprov Perkuat Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

4 November 2026

Recent News

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

4 November 2026

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

4 November 2026

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

4 November 2026

IGA 2026, Pemprov Perkuat Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

4 November 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com