TARAKAN – Perselisihan antara orang tua dan guru berpotensi melebar apabila masing-masing pihak hanya berpegang pada sudut pandangnya sendiri. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hubungan antara keluarga dan sekolah, bahkan dikhawatirkan berdampak terhadap kenyamanan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Untuk menghindari hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan membuka ruang fasilitasi bagi orang tua dan pihak sekolah yang menghadapi persoalan. Melalui dialog, kedua pihak diberikan kesempatan menyampaikan keterangan sehingga permasalahan dapat dipahami secara utuh.
Sekretaris Disdik Kota Tarakan Irmina Rini Sulistyawati, S.IP., mengatakan, keluhan orang tua perlu ditindaklanjuti dengan mendengarkan penjelasan dari pihak-pihak yang terlibat. Dinas dapat membantu mempertemukan orang tua dengan guru maupun pihak sekolah untuk mencari penyelesaian.
“Kalau ada keluhan dari orang tua, kami bisa memfasilitasi komunikasi dengan guru atau pihak sekolah. Kami perlu mendengar penjelasan dari kedua pihak supaya persoalannya bisa dipahami dan dicari jalan keluarnya,” jelasnya.
Menurut Irmina, tidak semua persoalan di sekolah berawal dari pelanggaran. Ada pula permasalahan yang muncul karena perbedaan pemahaman antara orang tua dan guru mengenai suatu kejadian.
Karena itu, komunikasi menjadi langkah penting sebelum menentukan penyelesaian. Orang tua dapat menjelaskan keberatan yang disampaikan, sementara guru maupun sekolah diberikan kesempatan menerangkan kondisi sebenarnya.
Irmina mengungkapkan, Disdik pernah memfasilitasi pertemuan antara orang tua dan guru yang tengah menghadapi persoalan. Melalui pembicaraan tersebut, kedua pihak akhirnya dapat memahami permasalahan dan mencapai kesepakatan untuk menyelesaikannya.
“Pernah ada persoalan yang kami fasilitasi dengan mempertemukan orang tua dan guru. Setelah dibicarakan, kedua pihak bisa memahami duduk persoalannya dan akhirnya sepakat menyelesaikannya dengan baik,” ungkapnya.
Meski demikian, penyelesaian melalui dialog tidak berarti seluruh keluhan cukup diselesaikan dengan mempertemukan kedua pihak. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, laporan tetap dapat diteruskan kepada bidang terkait untuk diperiksa berdasarkan mekanisme yang berlaku.
“Kalau memang ada persoalan, kami perlu mengetahui apa yang terjadi dan mendengar keterangan pihak-pihak terkait. Jadi, penyelesaiannya tidak hanya berdasarkan satu keterangan, tetapi melihat persoalan secara menyeluruh,” terangnya.
Ia menekankan, kepentingan siswa harus tetap menjadi perhatian dalam setiap penyelesaian persoalan di lingkungan sekolah. Hubungan orang tua dan guru diharapkan tetap terjaga agar anak tidak ikut terdampak oleh perselisihan yang terjadi.
“Kami harapkan, persoalan antara orang tua dan guru bisa dibicarakan dengan baik. Proses belajar anak tetap perlu diperhatikan, sehingga masalah yang muncul dapat diselesaikan tanpa mengganggu kegiatan mereka di sekolah,” pungkasnya.












