Senin, November 2, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Advetorial

Jaga Daya Beli Warga, Kaltara Perkuat Langkah Kendalikan Harga

Redaksi by Redaksi
1 November 2026
in Advetorial, Kaltara, Pemerintahan
Share on FacebookShare on Twitter

TANJUNG SELOR – Kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Meski inflasi masih terkendali, kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 3,10 persen pada minggu keempat Oktober 2026 menjadi sinyal agar pemerintah tidak lengah menjaga harga di pasaran.

Kaltara bahkan menempati posisi kedua tertinggi secara nasional untuk kenaikan IPH pada periode tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian utama dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltara yang digelar di Gedung Gadis 2, Kamis (29/10).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., yang membuka kegiatan tersebut, mengingatkan bahwa menjaga harga kebutuhan pokok bukan sekadar urusan angka inflasi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) September 2026, inflasi Kaltara secara tahun kalender (year-to-date) tercatat sebesar 1,82 persen. Angka ini masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.

Namun, menurut Sekprov Denny, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah cepat berpuas diri. Kenaikan IPH pada Oktober perlu mendapat perhatian karena menunjukkan adanya tekanan harga pada sejumlah komoditas.

“Jangan sampai kita merasa aman hanya karena inflasi masih terkendali. Ketika harga mulai naik, kita harus segera mencari penyebabnya dan mengambil langkah di lapangan,” kata Denny.

Bagi Denny, pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan melalui rapat dan koordinasi di atas kertas. Pemerintah perlu memastikan langkah yang disepakati benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Karena itu, ia meminta TPID menjalankan strategi 4K secara lebih responsif. Strategi ini mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Di sisi harga, operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah perlu segera dilakukan di wilayah yang mengalami kenaikan harga signifikan. Pengawasan di pasar dan gudang distributor juga harus diperkuat agar tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat.

Selain menjaga harga, pemerintah perlu memastikan barang kebutuhan pokok tersedia dalam jumlah cukup. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah juga perlu dikurangi secara bertahap dengan meningkatkan produksi pangan lokal, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta mendukung produktivitas petani dan nelayan.

Persoalan distribusi pun tidak kalah penting. Pasokan yang tersedia di suatu daerah harus bisa menjangkau wilayah lain yang membutuhkan. Untuk itu, kerja sama antarkabupaten dan kota di Kaltara perlu diperkuat, termasuk dengan provinsi penghasil pangan di luar Kaltara.

“Kalau satu daerah mengalami kekurangan pasokan, sementara daerah lain memiliki kelebihan, kita harus bisa menghubungkan keduanya. Distribusi harus berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Denny.

Ia juga mengingatkan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, dan Bank Indonesia harus memiliki koordinasi yang kuat.

Pelaporan harga harian dan evaluasi kinerja TPID juga perlu dilakukan secara konsisten. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat lebih cepat mengetahui komoditas yang mengalami kenaikan harga dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Denny mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tidak ditentukan oleh satu pihak yang bekerja sendiri, melainkan oleh seluruh unsur yang bergerak dalam arah yang sama.

“Kita membutuhkan tim yang solid dan mampu bergerak bersama. Dengan koordinasi yang baik dan respons cepat di lapangan, daya beli masyarakat dapat kita jaga secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Previous Post

Bimtek SPIP 2027, Sekprov Ingatkan Pentingnya Pengendalian dalam Setiap Program

Next Post

Gubernur Perkuat Percepatan Program Perumahan, 3.091 Rumah di Kaltara Dapat Bantuan BSPS

Redaksi

Redaksi

Next Post

Gubernur Perkuat Percepatan Program Perumahan, 3.091 Rumah di Kaltara Dapat Bantuan BSPS

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Pelajar Berseragam di Luar Sekolah Jadi Perhatian, Disdik Ajak Warga Melapor

1 November 2026

Nomor Orang Tua Berubah, Komunikasi Sekolah dengan Keluarga Bisa Terhambat

1 November 2026

Laporan Warga Jadi Pintu Awal Penelusuran Siswa Bolos Sekolah

1 November 2026

Bus Sekolah Masih Terbatas, Perjuangan Pengadaannya Dimulai dari Keluhan Siswa

1 November 2026

Recent News

Pelajar Berseragam di Luar Sekolah Jadi Perhatian, Disdik Ajak Warga Melapor

1 November 2026

Nomor Orang Tua Berubah, Komunikasi Sekolah dengan Keluarga Bisa Terhambat

1 November 2026

Laporan Warga Jadi Pintu Awal Penelusuran Siswa Bolos Sekolah

1 November 2026

Bus Sekolah Masih Terbatas, Perjuangan Pengadaannya Dimulai dari Keluhan Siswa

1 November 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com