TARAKAN – Transformasi sistem pembayaran digital di Kalimantan Utara terus melesat pesat berkat peran aktif Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara. Hingga awal tahun 2026, nilai total transaksi menggunakan standar pembayaran nasional, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), di wilayah ini telah menembus angka luar biasa mencapai Rp2,4 triliun. Angka ini menjadi bukti nyata keberhasilan BI Kaltara dalam mendorong inklusi keuangan dan mempercepat adopsi ekonomi digital yang merata hingga ke pelosok daerah.
Kini, kemudahan bertransaksi tidak lagi hanya dirasakan di pusat kota besar, melainkan telah merambah ke berbagai sektor esensial yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kaltara. Berkat sosialisasi, edukasi, dan fasilitasi yang terus dilakukan oleh BI Kaltara, QRIS kini telah menjadi metode pembayaran yang umum dan andal di beragam lokasi strategis.
Sektor transportasi menjadi salah satu yang paling signifikan transformasinya. Di pelabuhan-pelabuhan dan jalur lintas air yang menjadi ciri khas wilayah ini, pembayaran tiket speedboat reguler maupun retribusi pelabuhan di wilayah Tarakan hingga Bulungan kini sudah sepenuhnya terintegrasi dengan QRIS. Hal ini sangat memudahkan masyarakat dan pelancong, yang kini tidak lagi perlu repot membawa uang tunai dalam jumlah besar atau khawatir kekurangan uang kembalian saat melakukan perjalanan antarpulau atau antarkecamatan.
Kemudahan yang sama juga dirasakan di sektor energi. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai titik strategis di Kaltara kini telah menerima pembayaran menggunakan QRIS. Langkah ini tidak hanya mempercepat layanan kepada konsumen, tetapi juga meningkatkan keamanan dan ketertiban transaksi di sektor publik yang vital ini.
Pencapaian yang membanggakan lainnya adalah keberhasilan BI Kaltara membawa kemajuan ini hingga ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pasar tradisional – sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Tidak hanya di pusat perbelanjaan modern seperti Grand Tarakan Mall, adopsi QRIS kini juga telah menyentuh para pedagang di pinggiran Sungai Kayan dan pasar-pasar rakyat. Hal ini membuktikan bahwa ekonomi digital di Kaltara telah merata, memberdayakan pedagang kecil, dan memudahkan konsumen dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari hanya dengan memindai kode dari gawai mereka.
Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara menegaskan bahwa keberhasilan nilai transaksi yang mencapai Rp2,4 triliun ini tidak berhenti di sini. BI Kaltara akan terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan layanan QRIS ke wilayah-wilayah yang belum terlayani, sekaligus meningkatkan literasi dan keamanan transaksi digital. Langkah ini sejalan dengan visi besar mewujudkan sistem pembayaran yang efisien, aman, dan inklusif, guna mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara yang lebih kuat, modern, dan terintegrasi dengan ekosistem keuangan nasional.
Dengan semakin meluasnya penggunaan QRIS di berbagai lini kehidupan, Kalimantan Utara kini semakin kokoh melangkah menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang siap sepenuhnya mengadopsi era ekonomi tanpa tunai, yang lebih praktis, transparan, dan menguntungkan seluruh lapisan masyarakat.













