TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara (Kaltara) yang baru, Bustan, mulai memetakan arah pembinaan olahraga di daerah. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia menilai pembinaan perlu difokuskan pada cabang olahraga (cabor) yang memiliki peluang besar menyumbangkan medali bagi Kaltara.
Menurutnya, strategi tersebut penting agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan prestasi. Sejumlah cabang olahraga seperti akuatik, atletik, pencak silat, dan taekwondo dinilai memiliki potensi besar karena mampu menghasilkan banyak medali dengan biaya pembinaan yang relatif lebih efisien.
“Kalau saya melihat beberapa cabor yang bisa menghasilkan medali, misalnya akuatik seperti renang dan loncat indah. Satu atlet bisa mendapatkan satu, dua, tiga bahkan sampai lima medali dalam satu ajang. Ini yang perlu menjadi perhatian,” ujar Bustan belum lama ini.
Ia mengatakan, pendekatan serupa juga diterapkan sejumlah negara dengan memprioritaskan cabang-cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali. Dengan strategi tersebut, pembinaan atlet dapat berjalan lebih efektif tanpa mengabaikan kualitas prestasi yang ingin dicapai.
“Taekwondo, atletik, pencak silat juga menjadi cabor yang berpotensi menghasilkan banyak medali dengan biaya yang relatif murah. Beberapa negara sudah melakukan hal itu, misalnya fokus pada cabang-cabang tertentu yang peluang medalinya besar,” katanya.
Meski akan memberi perhatian lebih kepada cabor potensial, Bustan memastikan pembinaan olahraga masyarakat tetap menjadi bagian penting dari program kerja Dispora Kaltara. Sebagai pejabat yang baru menjabat, ia ingin mendorong tumbuhnya budaya olahraga yang lebih kuat di tengah masyarakat.
“Saya akan berusaha sesuai kemampuan saya untuk membudayakan olahraga di Kalimantan Utara agar benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Bustan, meningkatnya budaya olahraga tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat melahirkan generasi muda yang lebih produktif dan berdaya saing.
“Ketika masyarakat terbiasa berolahraga, mereka akan sehat, kuat, dan pemuda-pemuda kita bisa lebih cerdas. Kalau tiga hal itu tercapai, saya rasa masyarakat kita akan semakin produktif,” pungkasnya.













