#21
Pengarahan Wali Kota Perkuat Cascading dan Manajemen Talenta di Lingkungan Pendidikan Tarakan
TARAKAN – Penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Tarakan. Salah satu langkah yang didorong adalah memastikan penyelarasan kinerja melalui cascading dan penerapan manajemen talenta berjalan secara konsisten hingga ke tingkat satuan pendidikan.
Hal itu disampaikan Wali Kota Tarakan saat memberikan pengarahan kepada jajaran Dinas Pendidikan Kota Tarakan, mulai dari pejabat, staf hingga seluruh kepala sekolah negeri se-Kota Tarakan. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Dinas Pendidikan Kota Tarakan.
Wali Kota menegaskan, cascading memiliki peran penting dalam memastikan target yang ditetapkan pemerintah daerah dapat diterjemahkan menjadi sasaran kerja yang jelas di setiap perangkat daerah hingga satuan pendidikan.
“Cascading ini penting supaya apa yang menjadi target pemerintah daerah tidak berhenti di atas saja. Harus diterjemahkan sampai ke bawah, sampai ke satuan pendidikan dan masing-masing individu,” tegasnya.
Menurutnya, setiap program yang dilaksanakan Dinas Pendidikan maupun sekolah harus memiliki keterkaitan dengan sasaran pembangunan daerah. Dengan begitu, kegiatan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada rutinitas, tetapi memberikan kontribusi terhadap pencapaian target pembangunan.
“Kita ingin semua bergerak dalam satu arah. Apa yang dikerjakan di Dinas Pendidikan, apa yang dilakukan kepala sekolah, guru dan seluruh jajaran harus memiliki hubungan dengan target yang sudah ditetapkan pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain cascading, Wali Kota juga menekankan pentingnya implementasi manajemen talenta. Menurut dia, pengelolaan SDM harus dilakukan secara objektif dengan melihat kompetensi, kinerja, potensi, dan kebutuhan organisasi.
“Manajemen talenta ini bukan sekadar menempatkan orang. Kita harus melihat kompetensinya, kinerjanya, potensinya, kemudian bagaimana orang tersebut bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” katanya.
Dalam konteks pendidikan, kepala sekolah dinilai memiliki posisi strategis. Mereka menjadi salah satu pihak yang berada paling dekat dengan guru dan tenaga kependidikan sehingga memiliki peran penting dalam mengidentifikasi potensi sekaligus meningkatkan kinerja SDM di sekolah.
“Bapak dan ibu kepala sekolah adalah ujung tombak. Bukan hanya bagaimana sekolah berjalan, tetapi juga bagaimana mengembangkan guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah masing-masing,” jelasnya.
Ia juga meminta agar penilaian kinerja tidak dilakukan hanya sebagai kewajiban administratif. Penilaian harus menjadi instrumen untuk melihat capaian, mengidentifikasi kekurangan, serta menentukan langkah pengembangan bagi setiap pegawai.
“Penilaian kinerja jangan hanya menjadi dokumen. Kita ingin penilaian itu benar-benar menggambarkan kinerja seseorang dan menjadi dasar untuk melakukan pembinaan serta pengembangan,” tuturnya.
Penerapan sistem berbasis meritokrasi, lanjutnya, diperlukan agar pengembangan karier dan pemberian kesempatan kepada aparatur dilakukan secara adil dan profesional.
“Yang kita bangun adalah sistem. Siapa yang memiliki kompetensi dan kinerja yang baik harus diberikan ruang untuk berkembang. Karena itu, semua harus dilakukan secara objektif dan terukur,” katanya.
Wali Kota berharap seluruh kepala sekolah dapat memahami arah kebijakan tersebut dan menerapkannya dalam pengelolaan sekolah. Penyamaan persepsi dinilai penting agar setiap satuan pendidikan memiliki standar dan arah yang sama dalam menjalankan program.
“Jangan sampai setiap sekolah berjalan dengan pemahaman masing-masing. Kita harus memiliki tujuan yang sama, indikator yang jelas, dan ukuran keberhasilan yang bisa kita lihat bersama,” ujarnya.
Dengan integrasi cascading, manajemen talenta dan penilaian kinerja, Pemerintah Kota Tarakan optimistis kualitas tata kelola pendidikan dapat terus diperkuat. Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja aparatur, tetapi juga berujung pada meningkatnya kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
“Pada akhirnya yang kita inginkan sederhana, bagaimana tata kelola kita semakin baik dan masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas,” pungkasnya.













