TARAKAN – Sekolah di Kota Tarakan terus mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi siswa menyalurkan minat dan bakat. Pilihannya mencakup olahraga, seni, sastra hingga bidang akademik.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan siswa di satuan pendidikan. Sekolah diarahkan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing.
Menurutnya, kegiatan di luar pembelajaran akademik juga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk menyalurkan energi dan ketertarikannya pada bidang tertentu. Dengan demikian, siswa memiliki aktivitas positif yang dapat dikembangkan secara terarah.
“Termasuk kita aktifkan ekskul-ekskul untuk menyalurkan minat bakat anak-anak kita supaya energi berlebih ini tersalurkan,” kata Edhy.
Untuk siswa yang memiliki kemampuan olahraga, terdapat ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Sementara siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang seni dapat mengikuti Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N/FLS3N).
“Misalnya dia gemar berolahraga, kita ada ajang O2SN. Ada gemar seni, kita ada ajang FLS2N, FLS3N, jadi festival seni, sastra untuk anak-anak kita,” ujarnya.
Tidak hanya olahraga dan seni, kemampuan akademik siswa juga mendapat ruang pengembangan. Dinas Pendidikan mendorong siswa yang memiliki kemampuan di bidang sains untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Kemudian ada juga OSN, Olimpiade Sains Nasional. Jadi yang anak-anak punya kemampuan akademik, kita fasilitasi di situ,” katanya.
Edhy menilai keberadaan berbagai wadah tersebut penting karena setiap siswa memiliki kemampuan dan ketertarikan yang berbeda. Sekolah tidak hanya memberikan ruang kepada siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memfasilitasi potensi di bidang olahraga maupun seni.
Pengembangan minat dan bakat tersebut juga dikaitkan dengan pembentukan karakter siswa. Dinas Pendidikan mendorong siswa menjadi pribadi yang disiplin, ramah, peduli terhadap teman dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama.
“Insya Allah dengan perbaikan karakter anak kita yang disiplin, yang ramah, yang peduli teman, peduli sesama, kasih sayang, ini saya kira nanti juga bisa mencegah,” ujar Edhy.
Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai ajang kompetisi tersebut menjadi bagian dari pembinaan siswa di sekolah. Potensi yang dimiliki anak diarahkan agar berkembang melalui kegiatan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
“Kalau yang kemampuan olahraganya atau seninya juga ada wadahnya. Ini memang kita tumbuh suburkan di sekolah-sekolah kita, di satuan pendidikan kita sebagai bagian tak terpisahkan dari ikhtiar kita semua untuk mencegah tindakan-tindakan yang tidak semestinya dilakukan di sekolah,” pungkas Edhy.













