TARAKAN – Guru sekolah dasar (SD) di Kota Tarakan mendapat penguatan wawasan bimbingan dan konseling (BK) untuk mendukung penanganan persoalan siswa sejak dini. Penguatan tersebut diperlukan karena di jenjang SD umumnya belum terdapat guru BK khusus seperti pada jenjang SMP.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan guru kelas di SD diberikan muatan mengenai bimbingan dan konseling agar mampu memahami kondisi peserta didik sekaligus merespons persoalan yang muncul di lingkungan sekolah.
“Kalau guru kan kita ada guru BK kalau yang SMP. Kemudian kalau di SD itu guru kelas, tapi diberikan wawasan tentang kebimbingan, ke-BK-an. Kebimbingan konseling itu juga diberikan muatan-muatan itu,” kata Edhy.
Menurutnya, wawasan tersebut membantu guru melakukan penanganan sedini mungkin ketika menemukan persoalan yang berkaitan dengan siswa. Guru perlu mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi tertentu agar persoalan tidak berkembang.
“Supaya mereka bisa sedini mungkin melakukan penanganan. Ketika ada kejadian seperti ini, bagaimana yang harus dilakukan, itu ada,” ujarnya.
Edhy mengatakan penguatan kapasitas guru juga berkaitan dengan cara pendidik membangun hubungan dengan siswa. Guru diharapkan mampu memahami kebutuhan peserta didik, bukan hanya menyampaikan materi pelajaran di kelas.
Menurutnya, peran guru dalam pendidikan memiliki cakupan yang lebih luas. Selain menjalankan tugas mengajar, guru juga bertanggung jawab dalam proses pembentukan karakter siswa.
“Guru kan bukan hanya mengajar ya, tapi mendidik juga. Nah, ini yang perlu ditumbuhkembangkan juga di kalangan guru. Supaya mereka memiliki keunggulan dalam mengajar sekaligus punya empati dan kepedulian,” katanya.
Dinas Pendidikan juga menyebut pernah ada pelatihan yang berkaitan dengan penguatan peran guru BK. Untuk informasi lebih rinci mengenai bentuk dan pelaksanaannya, Edhy mengarahkan agar dikonfirmasi kepada bidang yang menangani guru dan tenaga kependidikan (GTK).
Penguatan wawasan bimbingan konseling bagi guru tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendampingan siswa di satuan pendidikan. Dengan kemampuan mengenali persoalan lebih awal, guru dapat memberikan respons sesuai kebutuhan peserta didik.
“Jadi guru itu bukan hanya mengajar, tapi mendidik. Mereka harus punya empati dan kepedulian kepada anak-anak,” pungkas Edhy.













