TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan dukungan terhadap keberadaan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kebersamaan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Dukungan itu salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., yang mewakili Gubernur Kaltara dalam pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kota Tarakan Masa Bakti 2026–2031 di Gedung Pertemuan Badan Pengurus Cabang (BPK) Provinsi Kalimantan Utara, Kota Tarakan, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kehadiran Pemprov Kaltara dalam agenda tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peran IKAT sebagai wadah silaturahmi masyarakat Toraja sekaligus bagian dari kekuatan sosial yang ikut menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kaltara.
Pelantikan kepengurusan baru IKAT Kota Tarakan juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi setelah terbentuknya kepengurusan untuk masa bakti 2026–2031. Kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai kegiatan organisasi sekaligus memperluas kontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Filosofi Toraja “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate” yang berarti semangat untuk bersatu dan saling menguatkan turut menjadi nilai yang mengiringi kepengurusan baru IKAT Kota Tarakan. Nilai tersebut dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat Kaltara yang memiliki latar belakang suku dan budaya yang beragam.
Bagi Pemprov Kaltara, keberagaman merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat. Karena itu, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang penting untuk membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menjaga hubungan baik antarkelompok masyarakat.
“Berbeda akar, tetap satu tanah. Berbeda budaya, tetap satu persaudaraan,” menjadi pesan yang mengemuka dalam momentum pelantikan tersebut.
Kehadiran pemerintah daerah juga menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan penguatan kehidupan sosial masyarakat. Persaudaraan, kerukunan antarumat beragama, serta keharmonisan antarsuku menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah.
IKAT Kota Tarakan diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat Toraja untuk menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Kepengurusan periode 2026–2031 juga diharapkan mampu menjalankan organisasi secara terbuka dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Kolaborasi tersebut penting agar berbagai potensi masyarakat dapat diarahkan untuk memberikan manfaat lebih luas bagi daerah.
Pemprov Kaltara menilai semangat kebersamaan harus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Perbedaan latar belakang tidak semestinya menjadi sekat, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat persatuan.
“Keberagaman bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri,” menjadi semangat yang ditekankan dalam momentum tersebut.
Dengan dilantiknya Pengurus IKAT Kota Tarakan Masa Bakti 2026–2031, diharapkan organisasi tersebut semakin solid dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kekeluargaan, sekaligus terus mengambil bagian dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling mendukung di Bumi Benuanta.













