TARAKAN – Perkembangan olahraga trail run di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menunjukkan potensi yang cukup besar. Antusiasme masyarakat terhadap olahraga yang memadukan aktivitas lari dengan medan alam tersebut dinilai semakin meningkat, sehingga tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan menjaga kebugaran, tetapi juga berpeluang melahirkan atlet berprestasi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara Dr Bustan mengatakan, kegiatan Fun Run Night Trail yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu gambaran tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.
Menurutnya, kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 peserta itu patut diapresiasi karena mampu mendorong masyarakat untuk membudayakan olahraga sekaligus membuka peluang munculnya bibit-bibit atlet baru.
“Pertama saya menyampaikan apresiasi kegiatan ini terkait dengan perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-81. Panitia mengadakan Fun Night, Fun Run Night Trail. Ini bagian daripada ajang untuk membudayakan kita berolahraga. Kita bisa sehat, bisa kuat, bisa produktif,” ujar Bustan.
Meski demikian, Bustan menilai pelaksanaan kegiatan trail run pada malam hari masih perlu dievaluasi. Terutama menyangkut aspek keamanan peserta maupun pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang menjadi jalur kegiatan.
Ia berharap penyelenggara ke depan dapat memperkuat koordinasi dengan Dinas Perhubungan serta aparat keamanan agar kegiatan olahraga tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
“Tentu ini hal yang pertama, mungkin masih banyak yang akan dievaluasi. Contohnya mungkin pengamanan di pinggir jalan, melibatkan Dinas Perhubungan, melibatkan aparatur keamanan. Jangan sampai kegiatan ini mengganggu aktivitas masyarakat umum,” katanya.
Selain faktor lalu lintas, kondisi medan juga menjadi perhatian. Sebab, trail run yang digelar malam hari dengan melintasi kawasan hutan lindung memiliki tingkat tantangan berbeda dibandingkan kegiatan serupa yang dilaksanakan pada siang hari.
Bustan mengingatkan peserta agar memperhatikan keselamatan masing-masing dan saling membantu apabila menemukan peserta lain yang mengalami kendala selama perjalanan.
“Kegiatan malam melintasi alam hutan lindung berbeda dengan kita melaksanakan kegiatan melintasi hutan lindung siang. Banyak mungkin hewan yang akan kita lewati. Saya berharap kepada seluruh peserta, tolong jaga diri masing-masing, keamanan masing-masing, dan saling tolong-menolong ketika ada teman-teman yang tidak sanggup atau peserta lain yang mungkin ada masalah di dalam perjalanan,” tuturnya.
Lebih jauh, Bustan melihat potensi olahraga trail di Kaltara terus mengalami peningkatan. Karena itu, ia mendorong agar pelaksanaan kegiatan serupa pada 2027 dapat dipersiapkan secara lebih matang dengan melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pihak swasta, organisasi kepemudaan hingga mahasiswa.
“Perlu mungkin nanti tahun depan, 2027, ini kita matangkan benar-benar. Baik dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, perlu kolaborasi. Pemerintah provinsi, pemerintah kota, pemerintah kabupaten di mana tempat dilaksanakan kegiatan tersebut, dan mungkin juga pihak swasta dan teman-teman anak-anak muda, mahasiswa,” jelasnya.
Menurut Bustan, olahraga trail memiliki peluang besar sebagai wadah pencarian bibit atlet. Apalagi olahraga tersebut kini telah berkembang dan masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Nanti kita akan coba identifikasi. Contohnya seperti kegiatan ini. Ya, agar lebih serius. Nanti makanya mungkin dari pemerintah provinsi mungkin mengalokasikan program ini, mengadakan di mungkin di tahun 2027,” ujarnya.
Namun, pengembangan olahraga trail tidak bisa dilepaskan dari upaya menjaga kelestarian kawasan yang menjadi lokasi kegiatan. Medan hutan dan perbukitan yang menjadi daya tarik utama trail run harus dijaga agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Bustan menegaskan, menjaga kawasan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi maupun Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat harus mengambil peran.
“Tidak semata-mata menjaganya dilaksanakan oleh pemerintah provinsi. Mari kita bersama-sama semua stakeholder, semua yang punya peran, bukan hanya teman-teman UPTD KPH saja, tapi juga pemerintah setempat, pemerintah kota, camat, lurah, RT, masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, semua punya peran untuk menjaga kelestarian lingkungan atau hutan lindung ini,” tegasnya.
Ia menilai, jika kawasan alam dapat dijaga dengan baik, keberadaan spot trail di Kaltara justru dapat menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat semakin meningkat.
Bustan juga mengapresiasi pelaksanaan Fun Run Night Trail yang disebutnya merupakan inisiatif komunitas dan tidak menggunakan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kaltara. Meski demikian, kegiatan tetap mampu menarik perhatian masyarakat, termasuk generasi muda dan kaum perempuan.
“Tidak ada sama sekali support dukungan anggaran, tapi alhamdulillah bisa dilaksanakan dengan baik. Saya lihat antusias masyarakat, ini didominasi oleh kaum hawa dan Gen Z, kaum muda. Ini menarik. Mungkin nanti 2027 akan coba kita programkan. Mungkin pemerintah provinsi berkolaborasi dengan beberapa organisasi, kita laksanakan sebaik mungkin,” pungkasnya.













