TANJUNG SELOR – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu perhatian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara (Kaltara). Pengawasan dilakukan untuk memastikan stok tetap tersedia dan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
Kepala Dinas ESDM Kaltara Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., mengatakan pengawasan sektor hilir minyak dan gas bumi dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi yang dapat berdampak kepada masyarakat.
“Kita tetap menegaskan bahwa pengawasan difokuskan pada optimalisasi stok yang tersedia guna mengantisipasi potensi kelangkaan di tengah masyarakat,” tegas Ferdy.
Pengawasan dilakukan terutama pada titik-titik distribusi BBM, termasuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan.
Koordinasi tersebut salah satunya diarahkan untuk mengantisipasi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pengawasan diperlukan agar distribusi energi berjalan sesuai peruntukan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Menurut Ferdy, menjaga ketersediaan energi merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, pemantauan stok dan distribusi dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berharap stabilitas energi daerah tetap terjaga dan tata kelola investasi pertambangan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian lokal,” pungkasnya.
Selain pengawasan distribusi, Dinas ESDM Kaltara juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi persoalan yang berpotensi mengganggu pasokan BBM di wilayah Kaltara.













