TARAKAN – Pernikahan dua dokter, dr. Vebriadam Syahputra Taufik dan dr. Nurul Magfirah, tidak hanya menjadi momen penting bagi kedua keluarga. Rangkaian menuju hari bahagia tersebut juga diwarnai tradisi keluarga dengan nilai yang mencapai miliaran rupiah.
Vebriadam merupakan putra Arfan Tauviq Arsyad dan Sri R, sementara Nurul merupakan putri Burhan dan Sukma Wati. Keduanya bukan pasangan yang baru mengenal satu sama lain. Hubungan mereka telah terjalin sejak duduk di bangku SMA sebelum kemudian melanjutkan pendidikan di Makassar.
Setelah menyelesaikan pendidikan, keduanya akhirnya memantapkan diri untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Prosesi lamaran sekaligus penyerahan uang panai atau jujuran pun menjadi salah satu tahapan yang dilaksanakan kedua keluarga.
Kakek mempelai pria, Iskandar, mengatakan kedatangan keluarga tersebut untuk mengantar cucunya sekaligus memenuhi kesepakatan yang sebelumnya telah dibicarakan bersama keluarga mempelai perempuan.
“Kita mau mengantar cucu, dr. Vebriadam, yang akan menikah dengan dr. Nurul Magfirah. Kita melamar sekaligus mengantar jujuran,” kata Iskandar.
Dalam kesepakatan tersebut, uang panai yang diberikan keluarga mempelai pria mencapai Rp600 juta. Selain itu, orang tua mempelai pria juga memberikan sebuah rumah senilai sekitar Rp1,6 miliar sebagai hadiah untuk kedua anaknya.
Jika digabungkan, nilai uang panai dan rumah tersebut mencapai sekitar Rp2,2 miliar.
Namun, Iskandar menegaskan nominal tersebut bukan ditentukan berdasarkan filosofi atau simbol angka tertentu. Besarannya merupakan hasil pembicaraan dan kesepakatan kedua keluarga.
“Sebenarnya tidak ada filosofinya. Istilahnya ada pertemuan antara keluarga perempuan dan laki-laki, kemudian kita sepakati. Uang tunainya Rp600 juta dan rumah Rp1,6 miliar itu hadiah dari orang tua laki-laki kepada anak,” jelasnya.
Perwakilan keluarga mempelai pria, Muhammad Astra MKN, mengatakan uang panai tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat Sulawesi Selatan yang masih dipertahankan dalam pernikahan.
Menurutnya, nilai Rp600 juta menjadi perhatian tersendiri karena kedua calon mempelai sama-sama berprofesi sebagai dokter.
“Ini merupakan momen yang luar biasa terkait dengan uang mahar atau uang panai. Dengan jumlah Rp600 juta ditambah rumah, tentu sudah luar biasa. Apalagi yang kita dengar, profesinya dokter dan dua-duanya dokter,” ujar Astra.
Meski menjadi bagian dari rangkaian pemberian dalam pernikahan, rumah senilai Rp1,6 miliar tersebut bukan sekadar tambahan nilai uang panai. Rumah itu merupakan hadiah dari ayah mempelai pria kepada kedua anaknya sebagai bekal untuk membangun kehidupan setelah menikah.
Rumah tersebut rencananya akan menjadi tempat tinggal pasangan itu di Makassar. Sementara terkait perjalanan karier maupun keputusan mengenai kehidupan setelah menikah, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada kedua mempelai.
Astra menyebut keduanya kini berada di usia sekitar 30 tahun. Perjalanan pendidikan keduanya juga berlangsung hampir bersamaan.
“Mereka teman SMA. Kemudian kuliah sama-sama di Makassar, selesai baru mereka berjanji untuk menikah,” tuturnya.
Bagi keluarga, uang panai memiliki kedudukan tersendiri dalam tradisi pernikahan masyarakat Sulawesi Selatan. Pemberian tersebut berbeda dengan mahar yang disampaikan dalam prosesi akad nikah.
“Uang panai ini bagian dari tradisi Sulawesi Selatan. Suatu keharusan, harus ada. Jadi selain pada saat ijab kabul ada namanya mahar, uang panai beda lagi. Tersendiri dia,” katanya.
Besaran uang panai sendiri tidak memiliki nominal yang seragam. Nilainya ditentukan melalui kesepakatan masing-masing keluarga dengan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk kemampuan keluarga serta latar belakang calon mempelai.
“Tiap-tiap keluarga kan beda-beda ukurannya. Ada keluarganya yang mampu mungkin harganya lebih mahal. Apalagi misalnya yang dilamar ini dokter, mungkin harganya agak tinggi,” ujarnya.
Di balik nilai pemberian yang mencapai sekitar Rp2,2 miliar tersebut, keluarga menilai kehidupan setelah pernikahan tetap menjadi hal yang paling utama. Pernikahan Vebriadam dan Nurul dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.
Astra berharap seluruh rangkaian pernikahan menjadi awal yang baik bagi keduanya dalam membangun kehidupan sebagai pasangan suami istri.
“Setiap keluarga tentu punya harapan. Yang jelas sama-sama untuk ke depan. Karena perjalanan kehidupan itu kita tidak tahu. Semoga menjadi awal yang baik,” pungkas Astra.












