Minggu, September 13, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Kaltara

Serap Program Pengembangan Wisata Nglanggeran Gunungkidul, Rachmawati Akan Bawa Inspirasi Ekonomi Masyarakat ke Kaltara

Redaksi by Redaksi
12 September 2026
in Kaltara, Parlementer
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Pengembangan desa wisata dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di Kalimantan Utara (Kaltara). Potensi wisata yang tersebar hingga wilayah perdesaan dinilai perlu dikembangkan dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati, S.H. mengatakan, pengembangan desa wisata seharusnya tidak berhenti ketika sebuah desa telah mencapai status mandiri. Justru pada tahap tersebut, pemerintah perlu memperkuat dukungan agar potensi ekonomi yang telah tumbuh dapat semakin berkembang.

“Jangan sampai ketika desa wisata sudah mandiri, kemudian dukungan pemerintah justru berhenti. Justru ketika mereka sudah berhasil, harus kita dorong agar semakin kuat, berdaya saing, dan mampu menjadi contoh bagi desa wisata lainnya,” ujar Hj. Rahmawati, Jumat (11/9).

Hal itu disampaikannya saat menyerap aspirasi pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi daerah seperti Kaltara yang memiliki potensi wisata alam dan budaya cukup beragam.

Rahmawati menilai pengembangan desa wisata sejalan dengan misi pembangunan daerah yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas sumber-sumber pendapatan masyarakat. Pariwisata berbasis masyarakat dapat menghubungkan potensi desa dengan UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan, homestay hingga jasa transportasi.

“Mandiri bukan berarti berjalan sendiri. Desa wisata tetap membutuhkan ekosistem dan kebijakan pemerintah agar keberhasilan yang sudah dibangun masyarakat dapat terus tumbuh,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memiliki indikator yang jelas dalam menentukan tahapan perkembangan desa wisata, mulai dari rintisan, berkembang, maju hingga mandiri. Setiap tahapan juga perlu diikuti pola dukungan yang sesuai dengan kebutuhan.

Dukungan tersebut, kata dia, tidak selalu dalam bentuk bantuan langsung. Pemerintah dapat memperkuat promosi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, membangun infrastruktur pendukung, membuka akses pasar, mendorong digitalisasi serta memperkuat keterhubungan desa wisata dengan sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting diterapkan di Kaltara agar pengembangan pariwisata tidak hanya berpusat pada destinasi utama. Desa-desa yang memiliki potensi alam maupun budaya juga perlu diberi kesempatan untuk berkembang dan menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata daerah.

Selain penguatan ekonomi masyarakat, infrastruktur dasar juga menjadi perhatian. Penerangan jalan, akses menuju lokasi wisata, fasilitas umum dan sarana pendukung lainnya dinilai menentukan keamanan sekaligus kenyamanan wisatawan.

“Tidak cukup hanya membangun destinasi. Infrastruktur pendukung juga harus diperkuat supaya masyarakat dan wisatawan sama-sama mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Ia menegaskan, berbagai aspirasi tersebut akan diteruskan dalam pembahasan bersama Kementerian Pariwisata. Kebijakan yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi desa wisata untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Kami di Komisi VII DPR RI akan meneruskan aspirasi ini kepada Kementerian Pariwisata. Prinsipnya, setiap aspirasi masyarakat yang kami serap harus ada tindak lanjutnya dan kita kawal agar menghasilkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelasnya.

Rahmawati berharap pengalaman Desa Wisata Nglanggeran dapat menjadi referensi dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kaltara. Dengan dukungan kebijakan, infrastruktur dan akses pasar, desa wisata dinilai mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di daerah.

AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
FOTO : Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Desa Wisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Kaltara

TARAKAN – Pengembangan desa wisata dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di Kalimantan Utara (Kaltara). Potensi wisata yang tersebar hingga wilayah perdesaan dinilai perlu dikembangkan dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati, S.H. mengatakan, pengembangan desa wisata seharusnya tidak berhenti ketika sebuah desa telah mencapai status mandiri. Justru pada tahap tersebut, pemerintah perlu memperkuat dukungan agar potensi ekonomi yang telah tumbuh dapat semakin berkembang.

“Jangan sampai ketika desa wisata sudah mandiri, kemudian dukungan pemerintah justru berhenti. Justru ketika mereka sudah berhasil, harus kita dorong agar semakin kuat, berdaya saing, dan mampu menjadi contoh bagi desa wisata lainnya,” ujar Hj. Rahmawati, Jumat (11/9).

Hal itu disampaikannya saat menyerap aspirasi pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi daerah seperti Kaltara yang memiliki potensi wisata alam dan budaya cukup beragam.

Rahmawati menilai pengembangan desa wisata sejalan dengan misi pembangunan daerah yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas sumber-sumber pendapatan masyarakat. Pariwisata berbasis masyarakat dapat menghubungkan potensi desa dengan UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan, homestay hingga jasa transportasi.

“Mandiri bukan berarti berjalan sendiri. Desa wisata tetap membutuhkan ekosistem dan kebijakan pemerintah agar keberhasilan yang sudah dibangun masyarakat dapat terus tumbuh,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memiliki indikator yang jelas dalam menentukan tahapan perkembangan desa wisata, mulai dari rintisan, berkembang, maju hingga mandiri. Setiap tahapan juga perlu diikuti pola dukungan yang sesuai dengan kebutuhan.

Dukungan tersebut, kata dia, tidak selalu dalam bentuk bantuan langsung. Pemerintah dapat memperkuat promosi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, membangun infrastruktur pendukung, membuka akses pasar, mendorong digitalisasi serta memperkuat keterhubungan desa wisata dengan sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting diterapkan di Kaltara agar pengembangan pariwisata tidak hanya berpusat pada destinasi utama. Desa-desa yang memiliki potensi alam maupun budaya juga perlu diberi kesempatan untuk berkembang dan menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata daerah.

Selain penguatan ekonomi masyarakat, infrastruktur dasar juga menjadi perhatian. Penerangan jalan, akses menuju lokasi wisata, fasilitas umum dan sarana pendukung lainnya dinilai menentukan keamanan sekaligus kenyamanan wisatawan.

“Tidak cukup hanya membangun destinasi. Infrastruktur pendukung juga harus diperkuat supaya masyarakat dan wisatawan sama-sama mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Ia menegaskan, berbagai aspirasi tersebut akan diteruskan dalam pembahasan bersama Kementerian Pariwisata. Kebijakan yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi desa wisata untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Kami di Komisi VII DPR RI akan meneruskan aspirasi ini kepada Kementerian Pariwisata. Prinsipnya, setiap aspirasi masyarakat yang kami serap harus ada tindak lanjutnya dan kita kawal agar menghasilkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelasnya.

Rahmawati berharap pengalaman Desa Wisata Nglanggeran dapat menjadi referensi dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kaltara. Dengan dukungan kebijakan, infrastruktur dan akses pasar, desa wisata dinilai mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di daerah.

Previous Post

KMP Selumit Belum Berkembang, Pengurus Soroti Ruang Gerak Usaha

Next Post

Fantastis, Seorang Pemuda di Tarakan Lamar Kekasih Dengan Total Mahar Rp 2,2 M

Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Kaltara Kejar Elektrifikasi 60 Desa dalam Tiga Tahun

1 September 2026

Kaltara Bidik Peran Sebagai Pemasok Energi Kalimantan

1 September 2026

Disdik Pantau Kualitas Udara, Sekolah Belum Diliburkan

1 September 2026

GSI Kaltara Bergulir, Tarakan Bidik Tiket ke Tingkat Nasional

1 September 2026

Recent News

Kaltara Kejar Elektrifikasi 60 Desa dalam Tiga Tahun

1 September 2026

Kaltara Bidik Peran Sebagai Pemasok Energi Kalimantan

1 September 2026

Disdik Pantau Kualitas Udara, Sekolah Belum Diliburkan

1 September 2026

GSI Kaltara Bergulir, Tarakan Bidik Tiket ke Tingkat Nasional

1 September 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com