TARAKAN – Perkembangan media membawa perubahan terhadap cara anak memperoleh pengetahuan dan mengenal lingkungan di sekitarnya. Berbagai informasi kini dapat dijangkau dengan mudah, tetapi tidak semuanya memberikan pengaruh baik bagi perkembangan pelajar. Situasi ini membuat pendampingan terhadap anak perlu mendapat perhatian lebih dari keluarga maupun sekolah.
Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Alimin, mengatakan pembentukan perilaku anak dipengaruhi berbagai lingkungan yang saling berkaitan. Tidak hanya keluarga dan sekolah, masyarakat serta media juga memiliki kontribusi dalam membentuk kebiasaan dan cara pandang generasi muda.
Menurutnya, pendidikan harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama. Sekolah memang menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi pengaruh terhadap anak terus berjalan ketika mereka berada di rumah maupun lingkungan pergaulan.
“Kalau kita berbicara tentang pendidikan, perannya tidak berhenti di sekolah. Keluarga punya pengaruh, masyarakat juga, begitu pula media. Apa yang dilihat dan didengar anak bisa memengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak,” ujar Alimin.
Ia menjelaskan, anak-anak perlu dibekali kemampuan memahami informasi yang diterima. Sebab, tanpa pemahaman yang cukup, mereka bisa saja menganggap setiap tayangan atau perilaku yang ditemukan sebagai sesuatu yang wajar untuk diikuti.
Dalam hal ini, orang tua perlu mengambil peran melalui pengawasan dan komunikasi. Sementara guru dapat memperkuat pemahaman siswa melalui pendidikan karakter dan pembinaan di sekolah.
“Anak-anak sekarang berhadapan dengan banyak informasi. Mereka perlu mendapat arahan supaya tidak langsung meniru semua yang dilihat. Orang dewasa punya peran membantu mereka memahami mana perilaku yang baik dan mana yang bisa merugikan,” jelasnya.
Alimin juga menilai pendekatan komunikasi perlu dibangun agar anak tidak ragu menyampaikan hal-hal yang mereka temukan. Dengan begitu, informasi yang belum dipahami dapat dibicarakan bersama dan diberikan penjelasan yang tepat.
“Kalau anak melihat sesuatu yang belum mereka pahami, sebaiknya ada orang dewasa yang bisa diajak bicara. Jangan sampai mereka menafsirkan sendiri semua informasi yang diterima. Pendampingan seperti ini penting untuk membantu pembentukan karakter,” tuturnya.
Ia berharap media turut menghadirkan informasi yang memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Konten edukatif dan contoh perilaku positif dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar lingkungan sekolah.
Menurutnya, keselarasan peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan media diperlukan agar anak memiliki lingkungan tumbuh kembang yang mendukung. Dengan pendampingan tersebut, pelajar diharapkan mampu menyikapi informasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.













