TARAKAN – Kualitas generasi muda pada 2045 tidak terbentuk dalam waktu singkat. Apa yang dipelajari, kebiasaan yang dibangun, serta lingkungan tempat anak tumbuh saat ini akan menjadi bagian dari bekal mereka ketika memasuki usia produktif. Karena itu, proses pendidikan yang berlangsung sekarang dinilai memiliki peran penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.
Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Alimin, mengatakan anak-anak yang saat ini menjalani pendidikan merupakan generasi yang akan menghadapi berbagai tantangan pada 2045. Persiapan menuju Indonesia Emas tidak cukup dilakukan melalui perencanaan jangka panjang, tetapi harus dimulai dari pembinaan pelajar sejak sekarang.
“Bicara Generasi Emas 2045, anak-anak yang sekarang duduk di bangku sekolah inilah yang nantinya akan menghadapi masa itu. Jadi, pendidikan yang mereka terima sekarang ikut menentukan bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk masa depan,” ujar Alimin.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata dilihat dari kemampuan siswa memperoleh nilai akademik. Ada aspek lain yang juga perlu diperhatikan, terutama pembentukan sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menentukan pilihan ketika menghadapi persoalan.
Hal tersebut menjadi penting karena tantangan yang akan dihadapi generasi muda tidak selalu berkaitan dengan dunia pendidikan atau pekerjaan. Mereka juga akan berhadapan dengan berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kematangan dalam berpikir dan bertindak.
Alimin menilai, sekolah memiliki tanggung jawab memberikan pengetahuan sekaligus membangun pemahaman siswa mengenai kehidupan. Namun, proses tersebut tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Anak-anak tidak belajar hanya di sekolah. Mereka juga belajar dari lingkungan tempat tinggal dan orang-orang yang setiap hari berinteraksi dengan mereka. Semua itu ikut membentuk cara berpikir dan perilaku mereka,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pengalaman yang diperoleh anak di luar sekolah turut memengaruhi perkembangan karakter. Karena itu, pembinaan yang diberikan guru perlu sejalan dengan kebiasaan dan pendidikan yang diterapkan dalam keluarga.
Selain pengetahuan, pelajar juga perlu dibiasakan memahami konsekuensi dari setiap tindakan. Kemampuan mempertimbangkan risiko dan bertanggung jawab atas keputusan menjadi bagian dari kecakapan yang dibutuhkan ketika mereka tumbuh dewasa.
“Yang kita didik sekarang adalah generasi yang akan menghadapi masa depan. Jadi, pendidikan dan pembinaan mereka harus berjalan dengan baik agar mereka punya bekal saat memasuki tahap kehidupan berikutnya,” pungkas Alimin.
Dengan demikian, persiapan menuju Generasi Emas 2045 tidak hanya bertumpu pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga bagaimana membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.












