TARAKAN – Ketidaknyamanan siswa terhadap perlakuan atau pernyataan guru bisa berkembang menjadi persoalan di lingkungan sekolah apabila tidak segera dikomunikasikan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan memilih menelusuri persoalan dengan meminta keterangan kedua pihak, bahkan turun langsung ke sekolah untuk memastikan kejadian yang dilaporkan.
Salah satu kasus yang pernah ditangani berkaitan dengan keberatan seorang siswa terhadap pernyataan wali kelas di grup percakapan. Persoalan tersebut kemudian ditindaklanjuti Disdik dengan memanggil pihak-pihak yang terlibat untuk mengetahui latar belakang kejadian.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan, penanganan dilakukan melalui klarifikasi agar persoalan tidak hanya dilihat berdasarkan pengaduan dari satu pihak.
“Waktu itu ada siswa yang merasa tidak nyaman dengan pernyataan wali kelas di grup percakapan. Kami panggil pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan, supaya persoalannya bisa diketahui secara lebih jelas,” ujarnya.
Setelah meminta keterangan, Disdik melanjutkan pemeriksaan dengan mendatangi sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mencocokkan informasi yang diterima sekaligus memberikan kesempatan kepada pihak terkait menyampaikan penjelasan secara langsung.
Menurut Edhy, persoalan yang melibatkan siswa dan guru perlu ditangani dengan mempertimbangkan keterangan masing-masing pihak. Dengan begitu, penyebab ketidaknyamanan maupun konteks pernyataan yang dipersoalkan dapat diketahui sebelum menentukan penyelesaian.
“Setelah kami meminta keterangan, kami juga turun ke sekolah. Kami perlu mencocokkan informasi yang diterima dengan kondisi di lapangan, sehingga masing-masing pihak bisa menyampaikan penjelasannya,” katanya.
Dalam penyelesaian kasus tersebut, Disdik mengedepankan mediasi. Pihak siswa dan guru dipertemukan untuk membicarakan persoalan yang terjadi dan mencari jalan keluar melalui komunikasi.
Pendekatan ini dilakukan selama persoalan masih memungkinkan diselesaikan melalui kesepakatan para pihak. Disdik tidak hanya berfokus pada pengaduan, tetapi juga mendorong agar hubungan antara siswa dan guru dapat kembali berjalan baik.
“Kalau persoalannya masih bisa diselesaikan dengan mempertemukan pihak-pihak terkait, kami lakukan mediasi. Kami dengarkan penjelasan masing-masing, lalu mencari jalan penyelesaian yang bisa diterima,” ungkapnya.
Edhy menyebutkan, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan setelah melalui pemanggilan, klarifikasi, dan pemeriksaan langsung ke sekolah. Ia menegaskan, setiap laporan tetap perlu ditangani berdasarkan kondisi serta keterangan yang diperoleh agar tidak berkembang menjadi persoalan berkepanjangan.
“Setelah kami panggil pihak terkait, melakukan klarifikasi, dan turun ke sekolah, akhirnya bisa diselesaikan. Semua pihak diberi kesempatan menyampaikan penjelasan agar masalahnya tidak terus berlarut,” tuturnya.













