TARAKAN – Penentuan penerima bantuan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan data yang diusulkan sekolah. Kondisi keluarga siswa juga perlu dipastikan agar bantuan pemerintah benar-benar diberikan kepada mereka yang memenuhi persyaratan. Karena itu, proses verifikasi di Kota Tarakan turut melibatkan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk melalui kunjungan ke rumah calon penerima.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Irmina Rini Sulistyawati, S.IP., mengatakan pendataan calon penerima bantuan diawali dari pengusulan oleh sekolah melalui sistem yang telah disediakan. Nama-nama yang masuk kemudian menjalani pemeriksaan sebelum ditetapkan sebagai penerima.
Dalam proses tersebut, sekolah tidak hanya bertugas menyampaikan data siswa. Pihak sekolah juga dapat membantu memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga melalui kunjungan rumah sesuai petunjuk teknis program.
“Sekolah mengusulkan nama-nama siswa melalui sistem. Setelah itu, data diperiksa lagi, termasuk dengan pengecekan di lapangan, supaya calon penerima sesuai dengan persyaratan program,” ujar Irmina, (5/11).
Menurutnya, pengecekan lapangan diperlukan untuk menghindari ketidaksesuaian antara informasi administratif dengan keadaan sebenarnya. Sebab, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelayakan siswa menerima bantuan.
Data yang diusulkan juga dicocokkan dengan basis data sosial ekonomi yang digunakan pemerintah. Dengan tahapan tersebut, proses penentuan penerima diharapkan tidak hanya berdasarkan pengajuan sekolah, tetapi juga mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan kondisi keluarga.
“Data yang masuk tetap harus diperiksa. Sekolah juga bisa melakukan kunjungan ke rumah sesuai petunjuk teknis, sehingga kondisi keluarga siswa dapat diketahui lebih jelas sebelum bantuan diberikan,” tuturnya.
Disdik menangani pengelolaan data calon penerima dengan melibatkan unit terkait. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan persyaratan program, termasuk kategori kondisi ekonomi yang menjadi dasar pemberian bantuan.
Namun, proses verifikasi tidak serta-merta membuat seluruh siswa yang diusulkan dapat menerima bantuan. Jumlah penerima tetap bergantung pada ketersediaan anggaran yang dialokasikan. Artinya, selain memenuhi persyaratan, calon penerima juga harus masuk dalam kuota bantuan pada periode penyaluran.
Irmina menegaskan, pengusulan dari sekolah tetap akan diproses melalui tahapan pemeriksaan. Ketelitian dalam pendataan menjadi penting agar anggaran yang tersedia dapat menjangkau siswa yang benar-benar memenuhi kriteria.
“Pengusulan dari sekolah tetap kami proses dan datanya diperiksa sesuai ketentuan. Kami ingin bantuan yang tersedia bisa disalurkan kepada siswa yang memenuhi persyaratan berdasarkan hasil verifikasi,” pungkasnya.













