Jumat, November 6, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Dinas Pendidikan

Sekolah Tak Perlu Bergantung pada LKS, Guru Bisa Siapkan Materi Latihan

Redaksi by Redaksi
6 November 2026
in Dinas Pendidikan, Disdik Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Pengadaan bahan latihan siswa tidak selalu harus melalui pembelian lembar kerja siswa (LKS). Sekolah memiliki alternatif lain dengan mendorong guru menyusun sendiri materi latihan sesuai pelajaran yang diberikan. Bahkan, penyediaannya bisa memanfaatkan format digital sehingga kebutuhan belajar tetap terpenuhi tanpa menambah biaya yang harus dikeluarkan orang tua.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan, keberadaan LKS komersial bukan keharusan dalam kegiatan pembelajaran. Guru memiliki keleluasaan untuk membuat lembar latihan berdasarkan materi dan kebutuhan siswa di kelas.

“LKS itu sebenarnya tidak mesti harus ada. Guru bisa membuat lembar latihan sendiri, termasuk menggunakan format digital yang dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran. Jadi, bahan latihan tetap bisa tersedia tanpa harus selalu membeli LKS,” ujarnya.

Menurutnya, penyusunan materi secara mandiri justru memberikan ruang bagi guru untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan isi latihan dengan pembelajaran yang sedang berlangsung. Dengan begitu, bahan latihan tidak harus terpaku pada buku atau produk yang dipasarkan oleh pihak tertentu.

Pemanfaatan format digital juga menjadi pilihan yang dapat dikembangkan sekolah. Guru bisa menyiapkan materi latihan sesuai kebutuhan tanpa harus menjadikan pembelian LKS sebagai bagian yang selalu melekat dalam kegiatan belajar mengajar.

Edhy menilai, kebutuhan siswa terhadap bahan latihan harus dibedakan dari kebutuhan membeli produk LKS. Sebab, tujuan utamanya adalah memastikan siswa memperoleh materi untuk memperkuat pemahaman pelajaran, bukan mewajibkan penggunaan bahan tertentu.

“Tidak terlalu ada urgensi terkait LKS kalau guru bisa mengembangkan lembar latihan sendiri. Apalagi sekarang ada format digital yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan. Jadi, yang perlu dipastikan adalah kebutuhan latihan siswa tetap terpenuhi, tanpa menambah pengeluaran orang tua untuk sesuatu yang sebenarnya bisa disiapkan sekolah,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar penyediaan bahan pembelajaran tidak menjadi beban tambahan bagi keluarga. Terlebih di sekolah negeri, orang tua seharusnya tidak diwajibkan membeli bahan latihan tertentu apabila kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi melalui penyusunan materi oleh guru.

Karena itu, sekolah dapat mengoptimalkan kemampuan tenaga pendidik dalam menyiapkan bahan latihan. Langkah tersebut sekaligus memberikan alternatif agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mendorong pengeluaran yang sebenarnya bisa dihindari.

“Jangan sampai orang tua terbebani pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu. Kalau kebutuhan latihan bisa disiapkan oleh guru, itu bisa dimanfaatkan sehingga orang tua tidak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli LKS,” tutupnya.

 

Previous Post

Pembahasan Aturan Penjualan LKS Menunggu Agenda Konsultasi Publik

Next Post

Penggunaan Dana BOS Dipantau Tiap Pekan, Sekolah Diperiksa Bergiliran

Redaksi

Redaksi

Next Post

Penggunaan Dana BOS Dipantau Tiap Pekan, Sekolah Diperiksa Bergiliran

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

4 November 2026

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

4 November 2026

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

4 November 2026

IGA 2026, Pemprov Perkuat Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

4 November 2026

Recent News

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

4 November 2026

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

4 November 2026

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

4 November 2026

IGA 2026, Pemprov Perkuat Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

4 November 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com