TARAKAN – Pengadaan bahan latihan siswa tidak selalu harus melalui pembelian lembar kerja siswa (LKS). Sekolah memiliki alternatif lain dengan mendorong guru menyusun sendiri materi latihan sesuai pelajaran yang diberikan. Bahkan, penyediaannya bisa memanfaatkan format digital sehingga kebutuhan belajar tetap terpenuhi tanpa menambah biaya yang harus dikeluarkan orang tua.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan, keberadaan LKS komersial bukan keharusan dalam kegiatan pembelajaran. Guru memiliki keleluasaan untuk membuat lembar latihan berdasarkan materi dan kebutuhan siswa di kelas.
“LKS itu sebenarnya tidak mesti harus ada. Guru bisa membuat lembar latihan sendiri, termasuk menggunakan format digital yang dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran. Jadi, bahan latihan tetap bisa tersedia tanpa harus selalu membeli LKS,” ujarnya.
Menurutnya, penyusunan materi secara mandiri justru memberikan ruang bagi guru untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan isi latihan dengan pembelajaran yang sedang berlangsung. Dengan begitu, bahan latihan tidak harus terpaku pada buku atau produk yang dipasarkan oleh pihak tertentu.
Pemanfaatan format digital juga menjadi pilihan yang dapat dikembangkan sekolah. Guru bisa menyiapkan materi latihan sesuai kebutuhan tanpa harus menjadikan pembelian LKS sebagai bagian yang selalu melekat dalam kegiatan belajar mengajar.
Edhy menilai, kebutuhan siswa terhadap bahan latihan harus dibedakan dari kebutuhan membeli produk LKS. Sebab, tujuan utamanya adalah memastikan siswa memperoleh materi untuk memperkuat pemahaman pelajaran, bukan mewajibkan penggunaan bahan tertentu.
“Tidak terlalu ada urgensi terkait LKS kalau guru bisa mengembangkan lembar latihan sendiri. Apalagi sekarang ada format digital yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan. Jadi, yang perlu dipastikan adalah kebutuhan latihan siswa tetap terpenuhi, tanpa menambah pengeluaran orang tua untuk sesuatu yang sebenarnya bisa disiapkan sekolah,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar penyediaan bahan pembelajaran tidak menjadi beban tambahan bagi keluarga. Terlebih di sekolah negeri, orang tua seharusnya tidak diwajibkan membeli bahan latihan tertentu apabila kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi melalui penyusunan materi oleh guru.
Karena itu, sekolah dapat mengoptimalkan kemampuan tenaga pendidik dalam menyiapkan bahan latihan. Langkah tersebut sekaligus memberikan alternatif agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mendorong pengeluaran yang sebenarnya bisa dihindari.
“Jangan sampai orang tua terbebani pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu. Kalau kebutuhan latihan bisa disiapkan oleh guru, itu bisa dimanfaatkan sehingga orang tua tidak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli LKS,” tutupnya.













