TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mulai menyiapkan langkah menyelaraskan program pembangunan kepemudaan dengan kebijakan pemerintah pusat. Hal itu menyusul peluncuran tiga program strategis kepemudaan nasional Tahun 2026 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI yang diikuti seluruh provinsi secara virtual, Senin (20/7).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara, Dr. Bustan, mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti arah kebijakan tersebut melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta organisasi kepemudaan di Kaltara.
“Program nasional ini menjadi pijakan penting bagi kami untuk menyelaraskan pembangunan kepemudaan di daerah. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah harus menghasilkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan dan potensi pemuda Kalimantan Utara,” ujarnya.
Sosialisasi yang dipimpin Pelaksana Harian Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., itu menjadi awal implementasi Program Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026 sekaligus memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenpora memperkenalkan tiga program prioritas, yakni Wirasena Youth Camp 2026, Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, dan Indonesia Youth Summit 2026. Ketiga program tersebut dirancang untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, jejaring, dan kapasitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, Kemenpora juga memaparkan petunjuk teknis pelaksanaan program, mekanisme seleksi peserta, serta peran pemerintah provinsi sebagai mitra strategis dalam mengawal implementasi kebijakan kepemudaan di daerah.
Dispora Kaltara menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan menjadi kunci agar program tersebut dapat berjalan optimal serta melahirkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah maupun nasional.













