BULUNGAN – Pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui pengembangan industri hijau dan infrastruktur energi. Salah satu proyek strategis yang menjadi andalan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang di Kabupaten Malinau.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara, Ferdy Manurun Tanduklangi, mengatakan Kaltara memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar, terutama dari Sungai Mentarang.
“Kaltara mempunyai potensi energi hijau sangat besar, seperti di Sungai Mentarang yang akan dibangun PLTA dengan kapasitas 1.375 megawatt (MW),” ujarnya.
Menurut Ferdy, listrik yang dihasilkan PLTA Mentarang akan disalurkan melalui jaringan transmisi menuju Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri berbasis energi bersih di Indonesia.
Ia menegaskan, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Utara, seluruh kebutuhan energi di kawasan industri akan mengutamakan pasokan listrik dari sumber energi hijau.
“Dan sesuai dengan arahan Bapak Gubernur, nanti memang akan menggunakan energi hijau di sana. Mulai dari pembangkit, kebutuhan energinya, listriknya, diarahkan akan menggunakan energi hijau dari PLTA,” katanya.
Selain memenuhi kebutuhan listrik kawasan industri, KIHI juga direncanakan menjadi lokasi pengembangan industri yang memproduksi berbagai komponen pendukung energi hijau, termasuk peralatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
PLTA Mentarang Induk merupakan proyek pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 1.375 MW yang dikelola PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN). Proyek ini berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) dan disiapkan untuk memasok kebutuhan energi Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Tanah Kuning.
PLTA tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia dengan target mulai beroperasi pada 2030. Proyek ini melibatkan konsorsium Indonesia-Malaysia dan telah memasuki tahap pembangunan sejak peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Maret 2023.













